Postingan

Jejak hidup menuju 46 tahun

 Proses perjalanan hidup seseorang terkadang memiliki cerita yang sama, ada juga yang berbeda. Alur cerita yang dijalani menuai dinamika dan liku yang berbeda. Allah telah menorehkan tinta yang beraneka warna dalam hidup hambanya.  Begitu pula dengan aku. Masa kecil penuh ceria dan canda seolah tanpa beban dalam hidup. Masa remaja yang mulai penuh dilema membuat ceria mulai berangsur sirna. Hidupku sudah mulai berwarna. Dari kisah perjuangan keluarga, kehidupan di masyarakat yang menuntut kerelaan hingga kisah cinta anak-anak remaja dimasanya. Hidup ku tak seperti teman-temanku masa itu, keadaan orang tua dan tuntutan hidup serta arah masa depan yang mengubah semua itu. Ibarat bunga yang mekar sebelum masanya. Berawal dari situlah pola pikir dan kekuatan hati mulai terpupuk. 

SEBERKAS CAHAYA CIBUBUR

SEBERKAS CAHAYA CIBUBUR      Alam nan luas yang menghampar di wilayah sejuk sebagai ujung kota Jakata, tlah menorehkan sejuta cerita, pelengkap pengalaman sepanjang kaki ini melangkah. Berawal dari sebuah impian tuk mengembangkan asa, terlintas sebuah peluang tuk ikut andil didalamnya.  Dunia kepramukaan yang telah tertanam sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar hingga jenjang Sekolah Menengah , memicu semangat tuk terus menekuni dunia itu, hingga saat ini berada di lingkungan pendidikan yang mewadahi berkembangnya dunia kepramukaan. Saya bangga menjadi bagian darinya. Saya ingin membantu meneruskan perjuangan guru-guru saya yang telah membentuk saya menjadi seperti saat ini. Merinding tubuh ini jika mendengar derap langkah pasukan pejuang masa depan bangsa, seakan membakar semangat tuk terjun bersamanya.     Setapak demi setapak  saya meniti jalan itu, hingga saya menemukan titik dimana cahaya harapan itu muncul, namun tak semudah itu tanganku ...

TITIAN HIDUP SEORANG PEJUANG

       43 tahun sudah saya menapaki hidup. 28 September 1978 aku dilahirkan ke dunia ini oleh seorang ibu yang hebat , penuh perjuangan untuk melihat anaknya hadir dalam keadaan sehat. Sarmiati adalah nama ibuku yang rela membawa aku kemana-mana saat masih dalam kandungan hingga aku bisa menghirup udara dunia yang indah. Sebuah awal perjuangan yang tentunya tak mudah untuk dijalani.      Mulai balita hingga anak-anak tentunya saya tumbuh dengan baik di tengah-tengah keluarga yang sayang denganku. Bapak Kaseran adalah sosok seorang ayah yang sangat sayang sama aku, karena aku adalah anak perempuannya yang pertama. Walaupun ada kakakku yang perempuan tapi kami beda ayah. Kami lima bersudara sekandung, Kakak sulung saya Mas Wahid Hismanto , mbak Gesti Siswowati , mereka saudara sekandung dan seayah, kakak saya laki-laki kedua adalah Mas Pujiono baru saya dan adik saya yang lahir 2 tahun setelah saya bernama Ponco Widiyanto. Mas Pujiono, saya dan adek saya...

Relung hampa

 Terkadang manusia harus menikmati kesendirian tanpa ada rasa yang diterima, tanpa tau apa yang dirasa...  Ruang hati terkadang hampa, entah apa yang melanda....  Terasa isi dunia diam dan enggan menyapa Tanpa kehangatan pemecah rasa Terbersit hati tuk meronta, tapi adakah yang mau mendengarnya????  Tuhan.... Peluk aku....  Dekap aku dalam hangatMu Hiasi relung hampa yang kini kurasa Walau isi dunia tak lagi menyapa Aku hanya ingin bersandar  Menikmati kata cinta yang hilang entah kemana....  Layar  terkembang yang membawa diri Tak tentu di dermaga samudra mana kan bertemu Mentari bersinar penguasa raya pun tak terangkan relung hampa Aku tak mengerti, dengan cerita angin pantai Walau tlah menembus ruang rimba kelana Tuhan....hanya Engkau yang tau semua itu Kini Kupasrahkan relung hampa ini  Menyatu bersama sang samudra mengalir ke muara

Antara estimasi , harapan dan kenyataan

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan keinginan sang empunya. Jasmani dan rohani yang disatukan dalam kemasan indah tubuh kita merupakan wujud kesempurnaan Tuhan untuk makhluknya. Namun kadang kita sebagai mahklukNya tidak menyadari akan hal itu. Manusia selalu menginginkan hal yang sempurna. Apa yang menjadi keinginan dan maunya harus sesuai dengan estimasi hidupnya, tanpa menyadari akan kurang dan lebihnya dalam diri. Kita semua tahu, hanya Allah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kesempurnaan segalanya.  Ini adalah bagian dari keistimewaan ciptaanNya. Hati yang bisa merasakan, pikiran yang bisa mempengaruhi perbuatan, sikap dan ucapan sebagai wujud instruksi dari otak kita adalah anugrah Allah yang diberikan agar manusia bisa mempelajari apa yang terjadi dalam hidup ini.  Kita perlu petunjuk dan pedoman untuk mempelajari semua itu. Perlu waktu untuk memproses apa yang menjadi tujuan hidup kita. Tentunya tidak mudah untuk melewati titian itu....
  BELAJAR DARI RUMAH LEBIH SEMANGAT DAN TAMBAH PENGETAHUN SAMBIL KUMPUL BERSAMA KELUARGA