Antara estimasi , harapan dan kenyataan
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan keinginan sang empunya. Jasmani dan rohani yang disatukan dalam kemasan indah tubuh kita merupakan wujud kesempurnaan Tuhan untuk makhluknya. Namun kadang kita sebagai mahklukNya tidak menyadari akan hal itu. Manusia selalu menginginkan hal yang sempurna. Apa yang menjadi keinginan dan maunya harus sesuai dengan estimasi hidupnya, tanpa menyadari akan kurang dan lebihnya dalam diri. Kita semua tahu, hanya Allah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kesempurnaan segalanya. Ini adalah bagian dari keistimewaan ciptaanNya. Hati yang bisa merasakan, pikiran yang bisa mempengaruhi perbuatan, sikap dan ucapan sebagai wujud instruksi dari otak kita adalah anugrah Allah yang diberikan agar manusia bisa mempelajari apa yang terjadi dalam hidup ini. Kita perlu petunjuk dan pedoman untuk mempelajari semua itu. Perlu waktu untuk memproses apa yang menjadi tujuan hidup kita. Tentunya tidak mudah untuk melewati titian itu....