Antara estimasi , harapan dan kenyataan
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kondisi yang berbeda sesuai dengan keinginan sang empunya. Jasmani dan rohani yang disatukan dalam kemasan indah tubuh kita merupakan wujud kesempurnaan Tuhan untuk makhluknya. Namun kadang kita sebagai mahklukNya tidak menyadari akan hal itu. Manusia selalu menginginkan hal yang sempurna. Apa yang menjadi keinginan dan maunya harus sesuai dengan estimasi hidupnya, tanpa menyadari akan kurang dan lebihnya dalam diri.
Kita semua tahu, hanya Allah Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kesempurnaan segalanya.
Ini adalah bagian dari keistimewaan ciptaanNya. Hati yang bisa merasakan, pikiran yang bisa mempengaruhi perbuatan, sikap dan ucapan sebagai wujud instruksi dari otak kita adalah anugrah Allah yang diberikan agar manusia bisa mempelajari apa yang terjadi dalam hidup ini.
Kita perlu petunjuk dan pedoman untuk mempelajari semua itu. Perlu waktu untuk memproses apa yang menjadi tujuan hidup kita. Tentunya tidak mudah untuk melewati titian itu.
Canda tawa, tangis air mata, terik mentari, redupnya rembulan sampai hujan badai yang melanda membuat kita jatuh bangun melawannya adalah seni dan dinamika mencapai kesempurnaan.
Apa yang menjadi harapan, estimasi dan keinginan manusia hanyalah impian dan kenyataan yang Allah berikan adalah bukti terbaik untuk hambanya yang mau tidak mau, pahit atau manis harus dinikmati.
Iman dan taqwa, sabar dan ikhlas, rasa syukur dan yakin akan pertolongan Allah adalah kunci utama untuk menemani langkah hidup kita.
Manusia hanya berencana dan punya impian...tapi Allah punya kenyataan.
Syukuri apa yang diberikan Allah.
Nikmati semua yang sudah menjadi bagian hidup kita.
Jalani semua dengan ikhlas.
Insyaallah hidup akan tenang.
Allah menciptakan pasangan yang berbeda karakter untuk menyempurnakan hidupnya.
Ya Allah semoga hambamu ini mampu melewati titian hidup yang Kau berikan.....mohon kekuatan dan petunjukMu Ya Allah.....aamiin...
Komentar
Posting Komentar