TITIAN HIDUP SEORANG PEJUANG

     43 tahun sudah saya menapaki hidup. 28 September 1978 aku dilahirkan ke dunia ini oleh seorang ibu yang hebat , penuh perjuangan untuk melihat anaknya hadir dalam keadaan sehat. Sarmiati adalah nama ibuku yang rela membawa aku kemana-mana saat masih dalam kandungan hingga aku bisa menghirup udara dunia yang indah. Sebuah awal perjuangan yang tentunya tak mudah untuk dijalani. 

    Mulai balita hingga anak-anak tentunya saya tumbuh dengan baik di tengah-tengah keluarga yang sayang denganku. Bapak Kaseran adalah sosok seorang ayah yang sangat sayang sama aku, karena aku adalah anak perempuannya yang pertama. Walaupun ada kakakku yang perempuan tapi kami beda ayah. Kami lima bersudara sekandung, Kakak sulung saya Mas Wahid Hismanto , mbak Gesti Siswowati , mereka saudara sekandung dan seayah, kakak saya laki-laki kedua adalah Mas Pujiono baru saya dan adik saya yang lahir 2 tahun setelah saya bernama Ponco Widiyanto. Mas Pujiono, saya dan adek saya adalah sudara sekandung dan seayah. Meskipun kami beda-beda ayah tapi kami tetap saling menyayangi dan perhatian satu sama lain.

Masa-masa sekolah TK yang waktu itu tempatnya  di rumah Mbah Mirun yang lokasinya pas di prapatan atau perempatan jalan kampung Jetak,  dengan guru yang sampai saat ini masih kuingat namanya yaitu  Ibu Tutik dan Bu Ningsih yang sangat sabar mendidik murid-muridnya menjadi anak-anak yang hebat dan membanggakan tentunya, saya adalah satu murid beliau yang cengeng , gampang nangis katanya. Maklumlah, namanya juga anak-anak. Pernah suatu hari di sekolah TK saya mengadakan kegiatan karnaval dalam rangka memperingati hari Kartini. Semua murid memakai pakaian adat dan berjalan keliling kampung. Pagi itu saya kesiangan datang ke sekolah karena kelamaan dandan yang akhirnya saya terlambat dan sudah ditinggal sama teman-teman jalan keliling kampung. Karena saking takutnya saya menangis histeris. Bapak saya yang sangat sayang sama anak putrinya yang cantik, saat itu saya memakai baju warna ungu yang lucu,  digendonglah saya sambil lari-larian mengejar teman-teman yang sudah duluan berjalan keliling kampung hingga akhirnya aku bisa berkumpul dengan teman-teman. Dengan sisa isak tangis yang melunturkan bedakku saat itu, bersama bu guruku yang baik , aku dituntun untuk gabung bersama temanku. Senang rasanya bisa ikut karnaval saat itu. 

Tahun 1985 saya mulai masuk sekolah dasar di SDN Kawedanan III yang sekolahnya tidak jauh dari rumah. Karena Kelas 1 baru yang masih takut dengan teman-teman dan guru baru, saya masih diantar oleh bapak ke sekolah naik sepeda sampai ssya bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolah yang baru meskipun temannya juga masih teman-teman waktu di TK dulu. Guru Kelas 1 saya dulu bernama Bu Nur yang tinggal di rumah dinas sekolah tersebut. Bu Nur sangat terkenal dengan guru yang galak dan killer saat itu, tapi orangnya baik. Setahun berlalu di kelas 1 SD, saya naik ke kelas 2 dan ketemu lagi dengan Ibu Guru yang sama yaitu Bu Nur, makin down saya saat itu karena sudah tau bagaimana karakter guruku yang satu ini. Saya adalah anak yang memiliki kemampuan kurang dari teman-teman yang lain, tidak pintar-pintar banget, apalagi dalam pelajaran matematika, saya sangat lemah. dan saat itu ada tugas menghafalkan perkalian, saya tidak hafal saat disuruh maju sama bu guru, saya dimarahi oleh guru yang terkenal galak itu, makin takut aja saya dengan guru itu dan semakin saya tidak fokus untuk menghafalkan perkalian. Sampai akhirnya saya pulang belakangan karena tidak hafal. Besoknya saya takut pergi ke sekolah. Sampai akhirnya saya dibujuk olah bapak saya dan dianter ke sekolah, tapi guru itu sepertinya sudah lupa dengan kejadian kemarin. Bu Nur yang kemarin sudah marah-marah kepada muridnya yang tidak hafal perkalian, pagi itu sangat baik dan ramah. saya jadi berani masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan baik.  Itu lah seorang guru, yang tidak pernah menyimpan dendam pada anak-anak didiknya. Dengan penuh keikhlasan dan ketulusan bapak ibu guru, mendidik dan membimbing murid-muridnya supaya menjadi anak yang pandai sesuai harapannya. Tahun berikutnya saya naik ke kelas 3 dengan guru yang penuh keibuan , beliau adalah Ibu Sumarmi. Guru yang memiliki ciri khusus di wajahnya, Beliau memiliki tahi lalat yang membuat senyumnya selalu manis dan ceria,  sehingga membuat anak muridnya senang dan nyaman selain sifat keibuannya. Tidak ada cerita khusus di kelas 3, tapi ada suatu pengalaman yang tak kan pernah hilang hingga saat ini waktu saya di kelas 4. Pada hari itu ada kegiatan sholat duha berjamaah di musholah sekolah bersamaan dengan pelajaran Agama Islam dibawah bimbingan Bapak Marhaban. Pembiasan yang dilaksanakan di SDN Kawedanan 3 ini sangatlah mendidik dan membentuk karakter siswa siswinya untuk selalu taat beribadah dan mengaji. Pembiasaan menghafal Surah Yasin yang setiap pagi kami lakukan sangat bermanfaat sampai saat ini. Suatu ketika ada teman saya yang bernama Sumarsih anak yang terkenal agak bandel tapi penakut dan cengeng itu harus menghafal Surah Yasin di depan teman-temannya, tapi karena dia tidak hafal dan ketakutan, tiba-tiba badannya dingin dan gemeteran, Tidak lama kemudian kami mencium bau yang sangat tidak sedap dari sekeliling Sumarsih. Sumarsih meminta izin kembali ke kelas dan ke lalu ke toilet. Kebetulan saat itu yang ditugaskan menemani Sumarsih dalah saya. Belum sampai ke toilet ternyata Simarsih buang air besar dan berjatuhan di lantai depan kelas. Saya dan teman-teman saya yang melihatnya malah tertawa sambil meledek Sumarsih. Hahahahahaa.....Marsih apaan itu yang berjatuhan....??? tanya kami penuh tawa. Akhirnya saya sampaikan ke Pak Guru dan Bu Guru kalau Sumarsih Buang Air Besar di celana sampai jatuh di lantai.  Melihat banyaknya kotoran yang berceceran di lantai, kami merasa tidak nyaman hingga akhirnya saya dan teman-teman harus membersihkan lantai yang terkena  kotoran

    Tingkat demi tingkat kelas saya lewati hingga sampai saya duduk di kelas 6 , kelas tertinggi di sekolah dasar. Di kelas 6 saya bertemu dengan Pak Guru yang ganteng meskipun terkenal killer juga. Pak Purnomo namanya. Beliau adalah guru specialis  yang sudah bertahun-tahun mengajar kelas 6 karena memang beliau memiliki potensi dan kualifikasi yang bagus dengan caranya dia mengajar dan mendidik anak-anak muridnya sampai terkesan dan berhasil.

TOBE CONTINUE



Komentar