SEBERKAS CAHAYA CIBUBUR

SEBERKAS CAHAYA CIBUBUR


    Alam nan luas yang menghampar di wilayah sejuk sebagai ujung kota Jakata, tlah menorehkan sejuta cerita, pelengkap pengalaman sepanjang kaki ini melangkah. Berawal dari sebuah impian tuk mengembangkan asa, terlintas sebuah peluang tuk ikut andil didalamnya. 

Dunia kepramukaan yang telah tertanam sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar hingga jenjang Sekolah Menengah , memicu semangat tuk terus menekuni dunia itu, hingga saat ini berada di lingkungan pendidikan yang mewadahi berkembangnya dunia kepramukaan. Saya bangga menjadi bagian darinya. Saya ingin membantu meneruskan perjuangan guru-guru saya yang telah membentuk saya menjadi seperti saat ini. Merinding tubuh ini jika mendengar derap langkah pasukan pejuang masa depan bangsa, seakan membakar semangat tuk terjun bersamanya.  

 Setapak demi setapak  saya meniti jalan itu, hingga saya menemukan titik dimana cahaya harapan itu muncul, namun tak semudah itu tanganku menggapainya. Kegiatan-kegiatan dunia kepramukaan sering saya ikuti, tingkatan demi tingkatan pun saya harus lalui. disitulah saya meluaskan hati dan tenaga serta pemikiran tuk berbakti pada ibu pertiwi. Tak puas saya mencari pengetahuan tentang dunia kepramukaan hingga sy mengikuti Kursus Mahir Dasar, supaya mampu membina anak-anak bangsa. 

 Awal dimana peluang besar datang, tergambar impian yang akan menambah pengetahuan dan pengalaman saya di dunia kepramukaan.  Tawaran menarik yang menggoda saya tuk mengikuti kegiatan itu, tlah menggoyangkan hati saya, hingga akhirnya saya menjadi peserta. KPN, itulah sebutannya, wadah yang sangat diharapkan oleh semua pembina pramuka. KPN merupakan akrionim dari  Karang Pamitran Nasional sebagai ajang pesta pembina pramuka di tingkat nasional. 

Hati sempat kecewa karena hanya teman saya yang diikutsertakan oleh Kwarran, hingga akhirnya Allah telah memberikan kesempatan pada saya untuk ikut serta di dalamnya. Walaupun harus mengeluarkan dana bakti yang cukup lumayan, saya dengan ikhlas hati menukarkan semua itu dengan kemampuan dan cerita hidup dimana hal itu tidak dapat dinilai dengan rupiah, akhirnya saya ikut serta sebagai peserta mandiri. Tahap pendaftaran, membuat kesepakatan, menyusun jadwal kegiatan hingga peserta harus berangkat, menemukan banyak hal yang harus disikapi dengan bijak. Rambut sama hitam, namun isinya belum tentu sama. Dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa yang tahu,  itulah warna dalam sebuah organisasi. Perbedaan dan perselisihan menjadi dinamika dalam persahabatan.

Tiba saatnya peserta dari Kontingen Jakarta Barat menuju lokasi KPN di Cibubur dengan mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Kota Jakarta Barat yaitu bus pegawai. Peserta  Kontingen Jakarta Barat, berangkat bersama-sama dari titik kumpul Halaman Kantor Walikota Jakarta Barat menuju Cibubur. Ada juga yang menggunakan mobil pribadi. sesampainya di Buperta Cibubur, terlihat antusiasme perta KPN dari berbagai daerah se Indonesia. Semangat ingin bersua saudara seperjuangan dalam dunia pramuka membara dalam raut wajah mereka yang gembira. Harapan mendapat ilmu baru, pengalaman baru dan sahabat baru di arena KPN ini sangat terpancar dikeningnya. Bagaimana dengan kita yang dari Jakarta sendiri??????

Proses registrasi dilakukan langsung oleh kapusdiklatcab yaitu Kak Sugiyanto dan Kak Ujang yang sangat setia mendampingi kami, hingga akhirnya kira menuju lokasi perkemahan untuk mendirikan tenda.  Suasana baru mulai muncul saat tenda-tenda peserta mulai berdiri. Masing-masing peserta sibuk menyiapkan perlengkapan menjelang malam pertama, mulai logistik sampai perlengkapan istirahat. 

Malam pun tiba, suasana mulai berbeda, keramaian peserta yang sudah dikelompokkan berdasarkan tingkatan mulai saling menyapa satu dengan yang lain. Kehangatan persaudaraan mulai tercipta. Sampai keesokan harinya saat upacara pembukaan KPN, dimana seluruh peserta dan jajaran panitia pelaksana berkumpul, berbaris rapi di lapangan upacara. Kami pun mengikuti upacara pembukaan dengan tertib. Rasa bangga pun muncul dari lubuk hati saat tubuh ini berada di tengah-tengah para pembina se Indonesia. Rasa itulah pemicu semangat untuk ikut serta di dalam kepesertaan KPN ini. 

Hari kedua pun tiba, kegiatan sudah mulai dilakukan oleh tiap-tiap distrik di tiap-tiap tingkatan pramuka, mulai siaga, penggalan, penegak dan pandega. Seru dan asyik tentunya mengikuti materi yang disampaikan oleh kakak-kakak pelatih. bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan penyampaian materi, kami dari kontingen daerah DKI Jakarta khususnya Jakarta Barat mendapatkan jadwal pertama dalam pentas seni budaya atau disebut dengan PASEBAN dalam kegiatan tersebut. Kami harus menanpilkan kesenian budaya lokal dari DKI Jakarta. Kontingen Jakarta Barat mewakili pentas seni dari kontingen daerah Jakarta. Semua memang sudah kami persiapkan hingga akhirnya malam itu kami kontingen Jakarta Barat menampilkan Seni Lenong Betawi dan tari kreasi Betawi. Kami dapat memecahkan suasana malam itu dengan guyonan yang lucu ala-ala betawi secara spontanitas kami eksplore. hingga kita lupa dengan durasi yang berikan oleh panitia. He..he..he..itulah kalo udah di panggung dengan improv yang spontans, jadi khilaf. Acara pentas seni hari pertama selesai, kami kembali beristirahat ke tenda masing-masing . Kami merasa puas sudah memberikan yang terbaik untuk peserta KPN, semoga mereka merasa terhibur. 

Selain kegiatan pentas seni, panitia pun menyelenggerakan kegiatan Karnaval dan  Festival kuliner daerah dari seluruh Indonesia yang disiapkan oleh semua peserta dari masing-masing kontingen daerah. Kami dari kontingen DKI Jakarta menyiapkan kuliner khas Jakarta diantanya gado-gado, kembang goyang, akar kelapa, selendang mayang dan bir pletok. Saya kebetulan mendapat tugas menjaga stand kuliner selendang mayang, nyaris tak bisa istirahat saya melayani pembeli untuk mencoba minuman khas Betawi yang segar itu, cuaca siang itu memang sangat cetar panasnya hingga es selendang mayang yang saya jual ludes tak tersisa. Saya senang sekali dapat melayani kakak-kakak peserta KPN dari berbagai daerah. Lelahku menjadi sebuah kepuasan tersendiri. Hasil penjualan dari menu kuliner yang kami sediakan dikumpulkan ke panitia sebagai donasi untuk disalurkan kepada yayasan sosial untuk membantu saudara kita yang membutuhkan. Sekali menyelam dua tiga pulau terlampaui, selain menjadi peserta KPN, kami mendapat saudara baru dari berbagai daerah, kami mendapat ilmu kepramukaan yang luar biasa, kami mengenal dan melestarikan budaya nasional, sekaligus kami bisa beramal dan berbagi dengan saudara - saudara kita. 

Ada hal yang seru yang kami alami selama mengikuti kegiatan KPN di Cibubur yaitu antrian makan. Kami diberikan kupon makan oleh panitia selama disana, di hari pertama kami mendapatkan nasi dalam box dengan mengantri di sepanjang lapangan, walaupun sudah dibagi masing-masing tingkat tetap panjang antriannya dan ada aja ulah teman-teman peserta KPN dari berbagai daerah itu yang membuat kami tertawa sehingga tidak terasa mengantri di lapangan. Pagi hari dan selanjutnya, kami harus mengantri makan dengan sistem prasmanan. Lebih seru lagi dari peristiwa malam itu. Kami mengalami kekecewaan karena sudah panjang mengantri setelah sampe di meja prasmanan sayur dan lauk habis, tapi dengan bersabar kami tetap menunggu panitia untuk mengisi kembali menu yang habis sambil bercanda dengan peserta - peserta lain. Celoteh teman-teman yang membuat para peserta yang mengantri menjadi terhibur. 

Hari terus berlalu dengan berbagai kegiatan yang kami ikuti , materi-materi yang sudah disusun dan disiapkan oleh panitia, serta  hiburan pentas seni yang ditampilkan oleh seluruh kontingen dari berbagai daerah. Semua sangat memberikan pembelajarana yang berarti bagi seluruh peserta. Tak ada gading yang tak retak, setiap kegiatan tentunya memiliki kesan positif dan tentu ada yang menyimpan kesan negatif. Hal itu sudah biasa dan menjadi sebuah dinamika dalam berkegiatan dan berorganisasi. Sebagai orang dewasa / pembina kita harus mampu menyikapi semua itu dengan bijak dan hati lapang serta kepala dingin. Jadikan sebuah pembelajaran bermakna dalam hidup kita. 

Sampailah di penghujung kegiatan KPN  yang dimulai tanggal 3 s.d 8 Juli tahun 2023 , seluruh peserta mengikuti upacara penutupan di hari Jum'at malam sabtu, suasana hati yang sudah merindukan keluarga, membuat seluruh peserta bergegas mengikuti kegiatan terakhir di malam itu dengan semangat. Kami berharap besok bisa kembali ke rumah berkumpul dengan keluarga yang ditinggalkan selama satu minggu di Bumi Perkemahan Cibubur. Suasana pagi setelah semalam upacara penutupan, para peserta sudah mulai berkemas-kemas membereskan tenda untuk kembali ke daerahnya masing-masing. Begitu pula dengan saya dan temen-teman kontingan Jakarta Barat. Rasa sedih pun mulai menjalari suasana hati yang sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman yang solid dan care dalam menemani kebersamaan selama kegiatan KPN. Airmatapun berlinang menjelang kami berpamitan, kami tidak tau kapan lagi kita akan bersama seperti ini, tentu kerinduan akan selalu menyelimuti kami untuk terus bersua dan bercengkrama. 

Selamat tinggal KPN 2023. Selamat berpisah kakak-kakak pembina yang luar biasa. Terima kasih kakak-kakak pelatih dan segenap panitia KPN. Kalian telah memberikan seberkas cahaya untuk kami meniti panggung kehidupan yang nyata di depan sana, memajukan gerakan pramuka di Gugus Depan ataupun di lingkup pendidikan yang lebih luas. Semoga kita dapat bersua kembali di kesempatan yang lebih bahagia.

Majulah Pramuka ! Jayalah Indonesia!   Salam Pramuka!



Komentar